Wujudkan Generasi CERIA Tanpa Narkoba, SMPN 23 Dumai Gelar Sosialisasi Edukasi NAPZA
Berita

Wujudkan Generasi CERIA Tanpa Narkoba, SMPN 23 Dumai Gelar Sosialisasi Edukasi NAPZA

admin 17 April 2026

Dalam upaya membentengi para pelajar dari ancaman bahaya narkotika, SMP Negeri 23 Dumai sukses menyelenggarakan kegiatan "Sosialisasi Pembinaan di Sekolah dan Komunitas" pada hari Jum'at, 17 April 2026. Bertempat di Ruangan Multimedia SMPN 23 Dumai, acara ini diikuti dengan penuh antusias oleh para siswa dan siswi yang siap menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekolah.

Acara edukatif ini dibuka secara langsung oleh pakar kesehatan masyarakat, Novalista Tambunan, SKM. Tidak sekadar membuka acara, Novalista juga turut membantu memberikan sedikit pemaparan awal guna memantik kesadaran peserta. Ia menyajikan data empiris dan fakta terkini mengenai tren tingginya penggunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) di kalangan remaja.

"Usia remaja, terutama di bangku SMP, adalah fase di mana rasa ingin tahu sedang berada di puncaknya. Data menunjukkan bahwa rasa penasaran inilah yang sering menjadi pintu masuk remaja mencoba-coba NAPZA akibat pengaruh pergaulan. Oleh karena itu, tameng utama harus dibangun dari kesadaran diri sendiri," papar Novalista di hadapan para pelajar.

Setelah wawasan peserta terbuka, sesi penjelasan materi inti diambil alih oleh dr. Raeyana Deasy Ramadhani. Melalui pendekatan medis yang mudah dipahami, dr. Raeyana mengedukasi para siswa dan siswi mengenai bahaya Narkoba serta kerusakan fatal yang ditimbulkannya pada fungsi otak. Beliau mengupas tuntas klasifikasi zat terlarang yang paling rawan disalahgunakan, di antaranya:

Golongan Depresan: Zat ini menekan atau memperlambat fungsi sistem saraf pusat. dr. Raeyana mencontohkan obat penenang, obat tidur, hingga alkohol. Penyalahgunaannya akan membuat detak jantung melambat secara ekstrem, menyebabkan pengguna sangat rileks, mengantuk berat, koma, hingga risiko kematian akibat gagal napas.

Golongan Halusinogen: Jenis narkoba yang mengubah persepsi, pikiran, dan perasaan (membuat halusinasi). Zat seperti magic mushroom atau LSD menyebabkan pemakainya melihat, mendengar, atau merasakan hal yang sebenarnya tidak nyata. Efek jangka panjangnya memicu paranoid, kebingungan akut, dan gangguan mental.

Sebagai senjata penangkal, dr. Raeyana dan Novalista kompak mengajak seluruh siswa dan siswi SMPN 23 Dumai untuk menerapkan gaya hidup anti-narkoba melalui prinsip CERIA. Singkatan CERIA ini merupakan pedoman sikap positif bagi remaja, yang kepanjangannya adalah:

Cerdas: Pintar dalam memilah pergaulan dan menyaring informasi.

Energik: Aktif menyalurkan tenaga untuk kegiatan fisik dan hobi yang menyehatkan.

Responsif: Cepat tanggap dan berani menolak jika ada tawaran obat-obatan terlarang di sekitarnya.

Inovatif: Terus berkarya dan mencari kesibukan positif di lingkungan sekolah maupun rumah.

Adaptif: Mampu menyesuaikan diri dengan tekanan hidup dan stres pelajaran tanpa harus melarikan diri pada narkoba.

Dengan dukungan fasilitas visual yang mumpuni di Ruangan Multimedia, penyampaian sosialisasi berjalan interaktif dan tidak membosankan. Melalui kegiatan pembinaan ini, pihak sekolah berharap para siswa-siswi SMPN 23 Dumai memiliki pendirian yang teguh, bersih dari narkoba, dan siap meraih masa depan yang gemilang